Urip mung mampir ngarit!

Meluruskan Makna Takjil

Siapa yang tidak kenal HTI? Organisasi islam, Hizbut Tahrir Indonesia, yang konon dibubarkan pemerintah itu mas? Ah bukan. Satunya lagi. Emang ada HTI lain mas? Ada to. Yang diajak ngomong garuk-garuk kepala bingung.

Hizbut Takjil Indonesia. Oalah semprul, orak lucu mas. Taek.

Selama bulan Ramadhan ini dan sebelum-sebelumnya, kita pasti sering mendengar kata “takjil”. Apa yang terbesit di pikiran kita ketika mendengar kata tersebut? Makanan pembuka puasa, minuman dingin, teh anget, nasi bungkus, jajanan pasar, gorengan? Saya yakin ujung-ujungnya makanan, lha wong saya juga je.

Jamaah yang dirahmati Allah SWT.

Sering di beberapa restoran atau warung makan menuliskan “Takjil Gratis” atau “Tersedia Takjil Gratis buat Pelanggan”. Bahkan di beberapa masjid juga sama demikian. Sehingga tidak asing kalau mendengar ada orang yang bertanya:

“Sudah beli takjil belum?”
“Belum ada takjil nih?”
“Nyari takjil di masjid yuk!”
“Yank, buat takjil yuk di kamar.” Laknat kau!
“Asu, eh puasa ding. Lha kok takjilnya Cuma gorengan.” Dan masih banyak lagi.

Kalau sampai detik ini, bahkan sampai membaca tulisan ini kalian semua masih menganggap bahwa takjil itu makanan. Kita sama, hahaha. Kita telah dibodohi. Kita Saya bodoh selama ini. Sudah 27 kali bulan ramadhan saya masih oon. Kemana saja selama ini?

Jamaah yang semoga selalu dikuatkan puasanya, meksipun kadang masih setengah hari.

Pencerahan ini saya peroleh ketika tidak sengaja membaca status dari Bapak Hanan Attaki, Lc. AH semoga tidak dianggap plagiat! Selama puluhan tahun saya berfacebook ria, hidayah datang beberapa waktu lalu. Duh Gusti, berarti selama ini saya hanya membuka facebook isinya mudhorot saja. Berita hoax, perseteruan kelompok A dan kelompok B, kofar kafir. Kamu kafir kalau tidak sejalan dengan pemikirannya.

Lantas apa sih ta’jil atau takjil itu sebenarnya?

Semua media pemberitaan selalu menyebut makanan untuk berbuka adalah Takjil, maka seolah-olah kita semua sepakat menyebut bahwa Takjil adalah hidangan atau panganan untuk berbuka puasa.

Kata takjil / ta’jil (تعجيل) artinya adalah “bersegera" diambil dari hadist Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam :
“La yazalunnasu bikhairin ma‘ajjaluuhul fithra".
Artinya: Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka (puasa). (HR. Muttafaq alaih).

Adapun makna takjil menurut ilmu bahasa arab ialah “penyegeraan, bersegera, percepatan”, sebuah kata dasar dari ajjala, yu’ajjilu artinya : menyegerakan, mempercepat. Ta’jilul fitri = menyegerakan berbuka (puasa). 

Terlihat di sini bahwa makna takjil tidak ada hubungannya sama sekali dengan makanan. Ora enek babar blas duwe hubungan karo pangan. Paham kon? Mudeng Su?

Kalau semisal masih belum percaya, bolehlah sekiranya kita buka Kamus Besar Bahasa Indonesia. Tidak punya? Duh Gusti, pantas saja ulangan Bahasa Indonesia klen pada remidi. Cinta sama kamus saja masih dipertanyakan, bagaimana mau mencintai anak orang lain? Kalau tidak punya, bisa buka juga KBBI versi online.

Takjil adalah mempercepat (dalam berbuka puasa)

Dalam hal ini adalah mempercepat berbuka saat tiba waktunya berbuka puasa, lho Mblo! Bukan lantas kalian seenak udelnya mempercepat berbuka puasa sendiri.

“Ah sudah adzan Ashar, takjil buka puasa ah.” Demi kerang ajaib, iku jenenge badjingan!

Jamaah yang semoga dikuatkan oleh godaan warteg berkorden.

Ingat, mulai sekarang sepakat bahwa TAKJIL itu bukan makanan.

Jika ada pernyataan “Orang Arab bertakjil dengan kurma”. Maka pengertian yang benar ialah Orang Arab menyegerakan berbuka puasa dengan makan kurma . BUKAN makanan berbuka puasa orang Arab adalah kurma. Understand?

Jadi untuk para cewek yang sudah pacaran puluhan tahun. Tetapi belum juga diajak nikah-nikah. Sepertinya pasangan kalian perlu diajak takjil pernikahan.
Tag : Hal Baru
0 Komentar untuk "Meluruskan Makna Takjil"

Monggo nak selo podo komentar.....

Back To Top