Urip mung mampir ngarit!

Colidan, Suplemen Asam Lambung Keluarga


Menjadi perantauan yang jauh dari keluarga memang gampang-gampang susah. Selain tentunya dituntut untuk serba mandiri di sini. Kalau di rumah mungkin setiap kali mau makan, sudah tersaji di meja makan. Tetapi bagi anak kos dan koleganya, makan harus beli atau masak dahulu. Kalau sakit di rumah ada ibu yang siap mengurus, tetapi kalau di perantauan harus mandiri.

Bekerja di perbankan yang tak jarang lembur menyelesaikan tugas sudah menjadi rutinitas. Berangkat pagi, pulang malam. Tak pelak membuat pola makan saya terkadang amburadul. Sering makan telat. Ujung-ujungnya berdampak pada kondisi maag atau lambung.

Selesai pulang kerja, kebetulan tidak ada lembur, saya bergegas pulang ke kos. Sekalian mandi dan langsung makan. Maklum, tadi siang hanya makan ringan karena tugas yang harus selesai dikerjakan. Ketika sampai di kosan tiba-tiba perut ini sakit tidak karuan.

"Dik, bisa ke sini tidak?" Ucapku di ujung telpon. Saya lantas menelpon si pacar yang kebetulan masih kuliah.

"Iya, Mas. Mas kenapa?" Jawabnya

"Tidak tahu nih, Dik. Tiba-tiba perutku sakit melilit."

"Mas tadi siang belum makan ya?"

"Hehehe, cuma ngemil tadi siang."

"Mas ini kebiasaan sih. Sudah dibilangin jaga pola makan. Masih saja teledor. Kalau jaga sendiri saja masih begini, bagaimana nanti mau jagain aku. Yaudah Mas istirahat saja dulu. Nanti saya beli obat di apotek sekalian beli makan."

Telepon ditutup. Yah, kena omelan deh. Tak berselang lama terdengar suara sepeda motor pacar saya. Suda hafal betul dengan suaranya.

"Ini Mas makan dulu. Baru setelah itu makan obat sakit maagnya. Sudah besar gini masih saja telat makan," cerocosnya sembari membukakan nasi bungkus yang disiapkan di piring."Sekalian disuapi?"

"Hehehe, tidak usah, Dik!" Jawabku dengan cengengesan. Jujur kalau dia sedang marah atau ngambek makin bersinar kecantikannya#gombal.

"Ini minum dulu obatnya, Mas! Biar cepat mendingan perute."

"Itu obat apa Dik?"

"Ini Colidan. Sudah to diminum dulu baru tanya, hiiisssshhh."

"Iya-iya bawel."

Jujur sebenarnya minum obat bukan favorit saya. Dan saya yakin juga favorit semua orang. Apalagi untuk minum obat sakit maag atau suplemen asam lambung apalah itu namanya. Tetapi tidak ada salahnya dicoba. Namanya juga ikhtiar.

"Yang selalu bikin bawel siapa? Coba kalo jaga pola makan. Kan gak jadi bawel gini," balasnya dengan menjulurkan lidah.

"Ini sisanya disimpan buat, Mas. Buat jaga-jaga siapa tahu mau sakit maag lagi. Kalau perlu simpan di tas kerjanya, Mas."

"Kok doanya gitu sih?"

"Ya lagian, disuruh jaga pola makan sulitnya minta ampun. Kerja sih kerja Mas. Tapi kalo tidak bisa jaga kesehatan, ya namanya kita dikerjain. Kerja kan buat ditabung buat kita kelak nantinya, bukannya habis buat berobat sakit akibat kerja."

Kalau sudah begini mau tidak mau hanya mendengarkan. Bisa lebih panjang kalau hendak membela. Lha wong juga salah saya sendiri sih. Dan hanya beberapa menit rasa sakit di perut sudah berangsur-angsur berkurang. Alhamdulillah.

Ceritanya lebay ya? Ya bagaimana lagi. Memang begitu adanya. Bagi teman-teman yang memiliki sakit maag kronis. Boleh kok mencoba minum Colidan. Kandungan fucoidan atau ekstrak ganggang laut cokelat asal Okinawa Jepang ini, bisa membantu melindungi kesehatan lambung. Yang tidak kalah keren dari obat suplemen lambung ini adalah dapat merangsang enzim yang mempercepat penyembuhan dinding lambung yang luka. Kalau kebanyakan obat penyakit maag lain hanya meredakan rasa sakit, Colidan memiliki nilai plus menyembuhkan kondisi lambung juga.


Konsumsi Colidan sebagai sahabat lambung kita.
Tag : Cerita
0 Komentar untuk "Colidan, Suplemen Asam Lambung Keluarga"

Monggo nak selo podo komentar.....

Back To Top