Urip mung mampir ngarit!

Usum Kawinan



Bulan Rajab menjadi bulan kebahagian tersendiri untuk orang desa. Tentu selain memperingati peristiwa Isra' Mi'raj Rasuullah SAW jika memberikan hari yang baik untuk mereka yang mau punya gawe. Contohnya nikahan atau kawinan di desa. Berbondong-bondong pasangan muda-mudi yang sudah sepakat menikah menjatuhkan tanggal pernikahannya di bulan Rajab. Ben oleh berkah jarene. Meskipun setiap tanggal dan hari sebenarnya sama baiknya.

Dan bagi saya yang masih berkecimpung dalam dunia persawahan radak kesusahan karena berbenturan dengan jadwal nyumbang yang begitu padat. Lihat saja jadwal nyumbangku di bulan Mei saja. Tiap minggu hampir nyumbang di satu tempat. Padahal belum tentu jagulan macul atau ngedos lagi ramai di desa. Lhakyo malah minus to. Bayaran macul ora sepiro nyumbange meh mben minggu ono.


Sama halnya denganku, jadwal nyumbang juga sebelas duabelas sama Lukman. Sempat aku mengeluh kepadanya,

"Dompetmu oleng gak Ni?" tanyaku kepadanya

"Hahaha, oleng. Malah mau karam,"

"Nyumbang terus. Kapan gantian disumbang bos?" keluh Lukman

"Ndang nikah, mengko kowe genti disumbang. Oh yo Ni, nak kowe nikah ojo pas aku tanggal tuo yo, hahaha. Aku ora iso nyumbang kowe mengko, hahaha"

"Jiangkrik, hahaha. Ambi bolo dewe ngunu kowe!!"

Ya begitulah adanya. Untuk menyambung hidup terkadang memang menemui jalan terjal nan berliku. Kita asumsikan saja begini (ini data aku peroleh dari riset beberapa rekan sejawat) besaran nyumbang dilihat dari siapa yang akan disumbang:

Untuk rekan SD/SMP nyumbang 25rb

Untuk rekan SMA nyumbang 30rb (kalo pas bokek) atau 50rb

Untuk rekan kampus nyumbang 50rb (kalo pas bokek) atau 100rb (kalo cs kentel)

Tapi terkadang untuk di desa biasanya para pemuda diminta tolong nyumbang rokok satu pack. Entah itu Djarum, Sukun, Gudang Garam, Djie Sam Soe, dan lain sebagainya.

Sedangkan untuk para cewek sebenarnya lebih enak dalam hal menyumbang. Karena toh mereka membelikan kado. Apa pun isinya. Tapi kebanyakan kalau tidak jam ya barang pecah belah. Tidak mungkinlah seperangkat alat kosmetik mahal. Larang nda, belum tentu juga yang nyumbang kuat beli untuk dirinya sendiri, hahaha piissss.....

*****
Kemarin dapat sms dari teman ngeblog, Tutycha Karisma Fibriana, katanya mau menikah di tanggal 6 Juni. Alhamdulillah teman satuku itu laku juga ternyata. Meskipun aku juga belum laku sendiri. Tak apalah, semoga tidak ada kekhilafan di antara mereka berdua.

Pertama kali saya kenal dengan dia, waktu itu saya dapat job ngedos di salah satu sudut Rembang yakni Sulang. Waktu itu ada seorang perempuan kurus tinggi berhijab meniti pematang sawah membawa bekal buat saya dan yang lainnya. Tak ada yang menarik dari dia. hanya wanita biasa, tetapi entah kenapa ketika bersalaman dengannya seolah ada keterikatan di antara kami. Apakah itu? Aku juga belum paham apa.

Setelah kita bertukar nomor HP, facebook, twitter, dkk kami intens berkomunikasi. Meskipun juga terkadang disibukkan dengan kegiatan masing-masing. Dia dengan kehidupannya sebagai salah satu calon guru. Sedangkan saya selalu berkutat dengan pacul dan sawah atau ngedos berpindah-pindah dari daerah satu ke daerah lain. Nomadenlah menyebutnya.

Hal yang paling aku ingat dari seorang Ticha kebiasaannya yang suka memakai sepatu, tidak memakai kaos kaki. Aneh gitu lho. Seorang cewek yang tingginya lumayan memakai sepatu tanpa memakai kaos kaki. Kayak tukang becak saja, menurut saya, hahahaha. Itu yang paling aku ingat dari dia. Mbak Tukang Becak 'Cantik' asli Kerep Sulang Rembang, hahaha.

Awalnya agak terkejut ketika saya dikirimi foto preweddingnya. Mau tertawa juga sungkan, tapi kok yo aneh gitu lho. Pertama, karena lepas hijab. Itu sih pribadinya sendiri ya, mau lepas apa tidak juga gak masalah. Masalahnya aku lihat dia sering pake hijab. Lagi ini aku lihat dia lepas hijab. Lucu sih, hahaha.


Kedua, make up yang dipakai itu lho tebel banget. Kelihatan banget putih di area wajah tetapi kulit lainnya tidak. Mekekelen aku guyu, hahaha. Soalnya dia itu kalo dikatakan putih tidak masuk, kalau dikatakan hitam juga tidak hitam-hitam amat. Coba kalo make up yang dipakai itu natural tidak terlalu tebal pasti lumayan. Tapi tidak apalah karena ini momen bahagianya dia aku juga ikut bahagia untuk menertawakannya.

Aku juga dikirimi foto prewedding lainnya. Ketika pose close up kaki. Cha, mbokyo mase kon cukuran disik wulu sikile. Ben joss hasile, hahaha. Ketok banget bulu kakine.


Terlepas dari itu semua aku juga turut senang melihat sahabat wanitaku itu mendapatkan jodohnya. Betapa dulu aku sangat mengawatirkannya ketika dia harus patah hati dengan pacarnya. Dia harus berjuang sendirian. Membangun rasa suka sendirian. Aku pun heran bagaimana dulu dia menjalani hubungan tersebut? Biarlah Tuhan yang menjawabnya.

Dan puncaknya nanti tanggal 6 Juni nanti Ticha akan melangsungkan prosesi sakral sekali seumur hidupnya. Dan kemarin dia mewanti-wanti kepadaku,

“Om, iso gak iso kowe kudu moro! Mbuh piye caramu!! Nak gak teko loe gue end, hahahaha...”

Gundulmu kui Cha, sejak kapan aku kawin sama tantemu, hahaha. Insha Allah ya Ticha. Aku akan datang jika memang tidak ada halangan dan rintangan yang menghadang. Aku hanya berpesan kepadamu Cha untuk kamu pegang seumur hidup dengan pasangan hidup pilihanmu,

“Inilah pilihan hidupmu, kawan. Aku pun ikut bahagia engkau sudah mendapatkan seseorang yang akan berbagi kesedihan, kebahagiaan, keceriaan di dunia ini. Tentu juga pengen berlanjut ke dunia akhirat, hahaha. Semoga engkau jadi keluarga yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah. Amin. Dan yang paling penting adalah Cha, nak nikah ojo tanggal tuo yo. Kowe kan pengen aku teko. Mosok yo aku teko tapi ora gowo kado opo nyumbang, hahahaha.

Selamat ya Tutciha Fibriana Karisma, doaku selalu menyertaimu. Kapan ya aku menyusulmu Cha?

Duh dekk...aku diece Ticha ki lho. Kapan kowe melu aku lungguh nek pelaminan, hahahaha

Salam macul....
Tag : Cerita
0 Komentar untuk "Usum Kawinan"

Monggo nak selo podo komentar.....

Back To Top