Urip mung mampir ngarit!

Ayah..Ibu..

Ayah..
Esok hari akan ada seorang laki-laki yang berniat menghalalkan aku..
Dia bersedia menempati posisi kedua di hatiku setelah engkau..
Dia mencintai aku sebagaimana engkau mencintaiku..
Dia bersedia menerimaku seperti adanya apa diriku..
Ayah..
Aku sungguh tak tau harus mengatakan apa. Aku selalu mencintaimu. Selalu mengagumimu. Selalu mendoakanmu di akhir sujudku. Selalu berusaha memberikan bakti terbaikku untukmu.
Ayah..
Terimakasih karena engkau bersedia menjadi ayah yang luar biasa untukku.
Semua yang engkau lakukan untukku tak akan pernah bisa aku balas dengan apapun di dunia ini.
Maafkan aku jika selama 23 tahun ini aku belum bisa membahagiakanmu.
Maafkan aku jika aku selalu membuatmu sakit hati dengan semua perkataanku.
Maafkan aku jika aku tak bisa membuatmu bangga terhadapku.
Maafkan aku, Ayah..
Ibu..
Tidakkah waktu berjalan begitu cepat?
Masih ingatkah engkau dulu bagaimana aku selalu menangis ketika masih berada dalam buaianmu?
Maafkanlah aku karena aku selalu membuatmu lelah, Ibu..
Kini, ada seorang laki-laki yang bersedia merawatku.
Dia berjanji akan selalu menjagaku dalam keadaan apapun sebagaimana engkau selalu ada untukku sampai saat ini.
Sungguh, aku tak sanggup jauh darimu.
Engkau adalah satu-satunya orang yang mampu menenangkan hatiku. Dan aku sangat bahagia dan beruntung bisa terlahir sebagai putrimu.
Terimakasih, Ibu..
Ibu..
Bisakah nantinya aku menjadi istri yang berbakti pada suamiku seperti engkau yang selalu berbakti pada ayah?
Bisakah aku menjadi seorang Ibu yang luar biasa sabar seperti dirimu?
Bisakah aku selalu menenangkan suamiku ketika beliau meluapkan amarahnya sebagaimana engkau melakukannya?
Ibu..
Aku takut sekali..
Aku masih ingin selalu berada di sisimu..
Aku belum ingin lepas dari pelukanmu..
Ayah..Ibu..putrimu ini tidak mampu lagi mengungkapkan bagaimana luar biasanya kalian.
Karena tak akan ada kata-kata yang tepat untuk itu.
Putrimu ini selalu mencintai kalian. Selalu menyayangi kalian. Selalu mendoakan kalian.
Semoga suatu saat putrimu ini bisa menjadi orang tua yang luar biasa seperti kalian.
Kalian memang tak pernah mengatakan bahwa kalian menyayangiku.
Tapi, percayalah..aku tidak butuh itu karena sikap kalian selama ini sudah lebih dari cukup untuk menunjukkan betapa besar sayang dan cinta kalian untukku.
Betapa beruntungnya aku berada di tengah-tengah kalian.
Maafkan aku karena kurangnya baktiku pada kalian selama ini..
Sekali lagi, maafkan aku ayah..ibu..
Aku mencintai kalian.
Dariku,
Putrimu.
Tag : Cerita
1 Komentar untuk "Ayah..Ibu.."

Monggo nak selo podo komentar.....

Back To Top