Urip mung mampir ngarit!

7 Poin


“Apa? Kalau aku bisa pasti aku jawab!” aku kembali mengalihkan pandanganku ke persawahan.


“Emmmmm.... Hal-hal apa sih yang menurut para pria itu romantis yang mesti dilakukan pasangan wanitanya?” tanyanya dengan sedikit malu-malu.

Aku memandanginya sekali lagi setelah mendengar pertanyaan tersebut. Seakan-akan ada tanda tanya di atas kepalaku. Tumben Hati bertanya hal yang beginian.

“Ada yang aneh?” tanya Hati sekali lagi. Sepertinya ia merasa sebal aku pandangi seperti itu.

Aku kembali mengalihkan pandanganku ke persawahan. Terlihat beberapa anak kecil yang memainkan layang-layang.  Merasa tidak ada respon dariku, Hati sedikit jengkel.

“Ya sudahlah, kalau tidak mau menjawab!” ujar Hati sedikit kesal karena aku tidak segera menjawab pertanyaannya. Aku segera mengenggam tangan kanannya dan menariknya hingga ke pelukanku. Hati sedikit kaget aku peluk seperti itu.

“Pelukan dengan pasangannya, juga merupakan hal yang romantis bagi seorang pria!”

Aku melepaskan pelukanku. Memandanginya sekali lagi.

“Banyak hal yang membuat pria merasa romantis. Semua itu tergantung individunya masing-masing, Hati.  Tetapi aku akan memberikan beberapa hal yang membuat merasa romantis atas apa yang dilakukan pasangan wanitanya. Yang pertama, berdandan untuknya. Sebagai pasangannya, kamu tentu tahu seleranya. Nah, sesekali berdandanlah dengan gaya yang ia sukai. Ingat, kamu melakukan ini untuk kepuasannya.

"Ajak si dia shopping dan mintalah ia memilihkan dress yang ia inginkan untuk kamu pakai," begitu saran dari Mbak Barbara De Angelis, Ph.D, penulis buku Secrets About Men Every Woman Should Know. Dan yang juga perlu kamu ingat, pria adalah mahluk yang orientasinya lebih fokus pada penampilan. Karena itu, hal yang sangat romantis bagi mereka adalah melihat kamu berdandan sesuai dengan gaya dan fantasi mereka.

“Tetapi jujur secara pribadi, aku lebih menyukai wanita yang tidak terlalu memperdulikan dandannya. Aku lebih menyukai mereka apa adanya, tanpa harus ditutupi bedak. Yah, meski dalam keadaan tertentu mereka harus berdandan.”

Hati mendengarkan dengan baik. Tidak lupa juga ia mencatat hal-hal yang menurutnya penting.

“Yang kedua,  pria suka pasangan berinisiatif. Banyak pria mengaku merasa lebih diinginkan bila pasangan mereka tak segan berinisiatif melakukan kontak fisik. Menggandeng tangannya saat jalan di mal atau "bermain" kaki di bawah meja, adalah contoh sentuhan fisik yang mereka sukai. Para pria mengartikan sentuhan-sentuhan itu sebagai ungkapan penerimaan dan hasrat dari pasangannya. Tetapi hal tersebut tidak harus dilakukan secara intens kok.”

Hati mengangguk mengerti.

“Yang ketiga adalah ijin bergaul. Bila kamu membiarkan mereka tetap bergaul dan boleh berkumpul dengan teman-temannya, bagi mereka itu adalah hal yang manis dan romantis. Sebenarnya pria juga tidak suka pasangannya terlalu posesif dan protektif. Tidak boleh melakukan ini, melakukan itu, bergaul dengan si A atau si B. Tetapi yang aku herankan, jika mereka tidak mau begitu, kenapa kebanyakan para pria juga terlalu posesif dan protektif dengan pasangannya? Hehehe, manusia memang aneh!”

Aku berhenti sejenak untuk mengambil nafas. Mencerahkan pikiran yang sebelumnya kalut karena pekerjaan. Dan sekarang harus menjelaskan sesuatu kepada Hati. Mengasyikkan juga sih sebenarnya.

“Selanjutnya apa?”

“Selanjutnya adalah memujinya. Kamu pasti tahu bagaimana menyenangkan rasanya dipuji. Berbaik hatilah dengan sesekali memujinya. Kamu bisa mengatakan tubuhnya masih seksi dan tegap atau apalah sebatas itu tidak menyinggungnya. Pujian yang kamu berikan akan ia nikmati sebuah pesan bahwa  kamu menginginkan, membutuhkan, dan mencintainya.”

Aku tersenyum melihat tingkah lakunya. Begitu serius mencatat apa yang aku katakan. Aku mengusap rambut hitamnya yang panjang. Ia juga tersenyum dan kembali mencatat. “Terus?” ujarnya.

“Ini yang keberapa ya? Oh ya kemana Akal dan Nafsu? Sepertinya seharian ini aku tidak melihat mereka berdua?”

“Yang kelima! Sudahlah jangan menghiraukan mereka berdua. Paling-paling juga jalan-jalan gak jelas,” jawabnya dengan antusias.

“Iya. Yang kelima adalah beri hadiah yang tepat. Ingin mengungkapkan perhatian lewat kado? Pikirkan sesuatu yang akan membuatnya senang. Bila ia pecinta musik, mungkin tiket nonton konser band favoritnya akan lebih dihargainya ketimbang sebotol parfum.

“Dan yang keenam, beri perhatian.  Ini yang paling semua pasangan butuhkan. Perhatian. Menemukan cara untuk menunjukkan perhatian pada seluruh aspek dalam hidupnya adalah cara yang tepat untuk menunjukkan kamu sangat peduli padanya. Sesekali ikut menemani Si Dia melakukan hobinya, membaca buku bareng,  memberi ucapan selamat ulang tahun pada ibunya, atau memberinya buku yang terkait dengan profesinya, adalah contoh hal-hal kecil bermakna besar.

“Bentar dong! Pelan-pelan saja bicaranya!” protes Hati yang merasa kewalahan dalam mencatat apa yang aku katakan. Lagi-lagi aku hanya tersenyum.

“Iya!” jawabku dengan tersenyum.

“Dan yang terakhir adalah menceritakan rahasia. Si dia juga ingin jadi soulmate kamu. Menceritakan padanya rahasia kamu merupakan simbol dan ungkapan bahwa kamu percaya kepadanya dan pada hubungan yang sedang dibina. Ia pun pasti tak akan keberatan berbagi rahasia denganmu. Sudah, cuma itu yang bisa aku jelaskan. Meski masih banyak lagi lainnya, seperti yang sudah saya katakan sebelumnya. Semua itu tergantung prianya masing-masing. “

“Lho kok pelukan tidak ada? Katanya tadi pelukan juga termasuk?” lagi-lagi Hati protes kepadaku.

“Pelukan kamu masukkan saja ke poin enam. Bukankah suatu pelukan itu termasuk rasa perhatian pasangan kepada pasangannya. Memang buat apa kamu mengumpulkan data-data seperti itu, Hati?” tanyaku ingin tahu.

“Rahasia dong! Hehehe,” jawabnya dengan senyum.

Cup. Sebelum Hati pergi ia mencium pipiku. Aku menyentuh pipiku, bekas ciumannya. Apalagi yang bisa aku lakukan jika bukan tersenyum. Ada-ada saja kelakuannya! Pikirku.

Aku sendirian di balkon. Merasakan semilir angin sore yang berhembus. Aku mengambil ponsel di saku celana. Mengetik pesan singkat. Dan segera mengirimkannya.

Aku kangen sama kamu.
Tring.
Pesan terkirim
Someone
15:00
0 Komentar untuk "7 Poin"

Monggo nak selo podo komentar.....

Back To Top