Urip mung mampir ngarit!

Tradisi Malem Jemah


Setiap Malem Jemah (Malem Jumat atau Kamis Malem) di kampung ada tradisi unik dan menarik. Sedikit penjelasan kenapa Kamis Malem disebut Malem Jumat menurut orang Jawa setiap melewati jam 6 malam hari tersebut sudah masuk hari berikutnya. Sama halnya kita menyebut Sabtu Malem dengan Malem Minggu.

Setiap Kamis sore orang-orang kampung pasti ziarah kubur. Entah itu ke kuburan orangtua, kakek-neneknya atau buyut bahkancanggahnya. Kebetulan di kampung ada dua kuburan, yaitu kuburan kampung (orang kampung menyebutnya Kluwur) dan satunya kuburan kecil. Rumah saya ngetanterus mentok belok kiri, sudah nyampai.

Sebagai anak yang berbakti pada agama, tentu saya juga tidak ketinggalan ikut ke Kluwur. Dulu waktu kecil biasa sama Bapak, ke kuburan orangtua Bapak. Saya bagian membawa sapu lidi buat bersihin daun-daun bambu yang menutupi. Sedang Bapak yang membawa kembangKuburan Kluwur  biasa ditempuh pakai jalan kaki atau terkadang naik sepeda.

Letaknya yang di bawah rumpun bambu apus, membuat kuburan sering tertutup daun-daun bambu kering. Dulu sih ada pohon beringin besar, tetapi entah mengapa tiba-tiba bisa tumbang dengan sendirinya. Menurut wong-wong tuo biyen, katanya diencot-encoti oleh pocong samagenderuwo jadi ambruk itu pohon beringin. Anda percaya? Saya juga tidak #hahahaha, mugo2gkualat.

Kalau sama Bapak sih enak. Saya hanya tinggal ngikutin, Bapak yang baca doa saya cuma amin. Tetapi kalau saya pas sendirian, Bapak masih bekerja di sawah. Ritual pertama bersihin daun pring. Setelah bersih baru baca doa. Jika yang lain baca buku Yassin. Dasar saya tidak mau repot, saya males bawa buku Yassin. Adapun yang saya baca:

Surat Al-Fatihah
Menyebut nama-nama Ahli Kubur (Simbah Kakung dari Ibu, Pak Lik, Simbah Kakung dari Bapak, Simbah Buyut)
Surat An-Naas
Surat Al-Falaq
Surat Al-Ikhlas
Astaghfirullah hal adzimsebanyak 33x
Tasbih 33x Subhanallah
Tahmid 33x Alhamdulillah
Takbir 33x Allahu-akbar
Laa ilaha illallah sebanyak 33x
Terus doa bahasa Indonesia (dalam hati)

"Ya Allah ampunilah dosa hamba dan kedua orangtua, saudara hamba. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi hamba. Jauhkanlah orang-orang yang tadi saya sebut dari api neraka-Mu. Ampunilah dosa-dosa mereka. Limpahkanlah rejeki pada kami yang ditinggalkannya. Amin"

Setelah itu pulang. Beneran. Kadang malah lebih cepat soalnya ada beberapa dzikir yang saya cepatkan, saya korupsi jumlahnya. Padahal banyak warga yang datang lebih duluan dari saya masih khusyuk baca buku Yassin. Jadi datang terakhir tapi pulangnya duluan. Sayapun kadang juga geli sendiri.
Mungkin ahli kubur yang saya doakan menyindir jika mereka bisa

“Cepet men Le? Iku dungo opo balapan?”

“Porah Mbah, penting lakyo wis dungo, hahaha,” jawabku jika memang meraka bertanya.
Tag : Cerita
0 Komentar untuk "Tradisi Malem Jemah"

Monggo nak selo podo komentar.....

Back To Top