Urip mung mampir ngarit!

Selamat malam, Ayah..

Selamat malam, Ayah..
Hari ini aku baru sempat menyapamu tengah malam seperti sekarang ini.
Maafkan aku ayah..hari ini aku sibuk sekali..
Ada banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan hari ini.
Oiya, ini mungkin hari ke 1223 semenjak ayah pergi meninggalkan aku.
Aku merindukanmu ayah..
Semoga ayah selalu setia menunggu aku menyapamu setiap harinya.
Maafkan aku karena sekarang aku semakin sibuk dengan pekerjaanku.
Bila dulu aku bisa menyapamu minimal dua kali sehari, sekarang aku hanya bisa menyapamu sekali dalam sehari. Itupun ketika tengah malam menjelang seperti sekarang ini.
Bukannya aku mulai melupakanmu..tapi pekerjaan ini menyeretku ke dalam kesibukan yang begitu melelahkan.
Semakin melelahkan setiap harinya.
Jujur, aku lelah sekali ayah..
Aku ingin berhenti dari pekerjaan ini.
Sudah lama sekali aku ingin memeluk tubuh tegapmu dan menyampaikan semua keluh kesahku padamu.
Aku sungguh merindukanmu..
Ayah tak lupa kan? Besok aku genap berusia 26 tahun.
Bukankah putrimu ini tumbuh terlalu cepat?
Semalam aku bermimpi bertemu ayah.
Dan aku sungguh tak menyangka kalau ayah menanyakan satu hal yang membuatku tak bisa berkata-kata.
"Jadi, siapa seorang laki-laki beruntung yang sudah merebut putri kesayangan ayah?"
Oh.. ayah..aku malu sekali mengakui kalau aku masih sendiri semenjak kepergianmu.
Mungkin putrimu ini tak cukup cantik dan baik untuk menarik perhatian seorang laki-laki di luar sana.
Atau mungkin aku terlalu sibuk berkutat dengan komputer usang ini hingga melupakan bagaimana caranya menarik perhatian seorang laki-laki?
Apa aku terlihat sangat menyedihkan?
Tapi tak apa ayah..mungkin Tuhan belum menemukan seseorang yang cocok untuk menggantikanmu dihatiku.
Sungguh, cintaku masih hanya untukmu ayah.
Baiklah ayah..aku tidak mau selalu membebanimu dengan semua keluh kesahku ini.
Selamat beristirahat kembali ayah.
Dan aku berharap malam ini kau tak menyanyakan hal yang sama seperti malam kemarin.
Aku akan sangat malu ayah.
Jadi, kumohon..jangan tanyakan itu lagi..
Tag : Cerita
2 Komentar untuk "Selamat malam, Ayah.."

teringat kejadian 2 thun yg lalu.
smoga damai di surga-Nya. amiin

trimakasih postingannya.

Terima kasih karena Mbak Depita sudah meluangkan waktunya untuk mampir

Berdoa untuk kedamaian beliau ya Mbak

Monggo nak selo podo komentar.....

Back To Top