Urip mung mampir ngarit!

(Jawaban) Teman...

Teman, adakalanya kita harus mengalah dengan apa yang kita sebut cinta.
Ketika kita mengalah bukan berarti kita kalah. Mengalah untuk sebuah kemenangan bukan kekalahan.

Teman, adakalanya kita harus belajar merelakan walaupun tanpa melupakan.
Kita tidak bisa melupakan atas apa yang sudah menjadi jalan hidup kita. Merelakan? Mungkin lebih baik mengikhlaskan. Karena ikhlas lebih di atas level merelakan.

Teman, adakalanya kesedihan karena mencintai terasa begitu menyakitkan.
Sedih dan bahagia bagai dua mata sisi uang yang tidak bisa dipisahkan. Mencintai seseorang? Berarti harus bersiap merasakan kesedihan. Simpel bukan? Simpel karena sebatas teori.

Teman, sekarang kau memang merasakan sakit karena kau harus merelakan orang yang kau cintai dengan sepenuh hatimu bersanding dengan orang lain.
Level tertinggi keikhlasan cowok ketika mendoakan orang yang dia suka bahagia dengan orang lain. Level tertinggi kebohongan cowok mengatakan kalimat di atas. Sulit memang? Tetapi kalau tidak kita jalani bagaimana kita bisa tahu hasilny?

Tapi ketahuilah teman, memang seperti itulah mencintai.
Cinta = bahagia + sedih. Itu rumus cinta. Tapi ketika kita mencintai Allah SWT, tak ada kata sedih melainkan bahagia + bahagia.

Kita tidak pernah tau seberapa lama cinta itu mampu bertahan pada orang yang sama.
Hati setiap detik berubah, Kawan. Dia bisa berujar A selang beberapa detik bisa dikoreksi jadi B. Hanya dia dan Allah yang tahu!!

Bahkan, kita tidak tau akan jadi seperti apa cinta kita ketika orang yang kita cintai sudah tak lagi membalas cinta kita.
Ketika kita berjalan, lebih enteng dan enak kan jika berjalan menggunakan dua kaki. Jika semisal kaki satu kita sakit atau cidera pasti kau akan kesusahan ketika melangkah.

Baiklah, ini terdengar begitu mengenaskan.
Tapi tak apa teman, kau masih bisa bertahan sekarang.
Aku bertahan karena aku masih punya Allah SWT. Dan karena masa depanku yang menanti juga keluarga dan sahabat, termasuk kau kawan.

Tetaplah bersemangat untuk menjalani hidupmu selanjutnya.
Ya, pasti.

Hey, bukankah kau seorang temanku yang begitu luar biasa? Luar biasa hebat karena mampu bertahan dengan keadaan yang seperti sekarang ini.
Kau juga sahabatku yang biasa di luar, hahaha. Kau sahabatku yang luar biasa.

Jadi, tetaplah bersemangat teman!
Di luar sana banyak yang mendukungmu.
Ini jalan hidupmu.
Ya, salah satunya kau, kawan!!

Hadapi dan jalani dengan semangat yang bertambah setiap harinya.
Pasti, jalan kita tidak mungkin terhenti karena kerikil kecil di jalan kita.

Maaf ya teman, ini sekedar tulisan yang aku buat untukmu.
Percayalah, ketika dia bisa baik-baik saja sekarang. Maka kaupun bisa tetap baik-baik saja.
Tentu. Karena aku sudah membalas tulisanmu ini dengan tulisanku juga. Kita bisa meraih mimpi kita dengan orang yang mau berjuang bersama. Terima kasih, Cha.

Keep fighting! :)
Keep fighting! Ticha :)
Tag : Cerita
0 Komentar untuk "(Jawaban) Teman..."

Monggo nak selo podo komentar.....

Back To Top