Urip mung mampir ngarit!

Cinta Yang Salah

“Loe ngapain Son. Muka loe tekuk gitu?”
Soni masih murung tidak menanggapi pertanyaan Lukman.
“Habis kesambet ya loe? Nggak kayak biasanya gini?”
Soni menatap tajam Lukman yang berada di depannya.
“Jangan sinis gitu dong! Nyeremin banget, hahahaha...."
“Gue lagi patah hati, Man!”
“Patah hati kenapa?” tanya Lukman yang sudah duduk di sampingnya.
“Gue ditolak mentah-mentah sama si Eni. Padahal gue cinta banget sama dia.” Soni memasang muka masamnya. Mendengar keluhan temannya, Lukman malah tertawa.
“Jahat amat sih loe jadi temen. Gue lagi sedih malah loe tertawain. Cariin solusi kek!”
Lukman menahan tawanya. Berusaha memasang tampang serius dan iba.
“Emang gue kurang apa coba, Man?” keluh Soni kepada sohib kentalnya itu. Lukman mencoba berpikir sejenak.
“Iya juga ya. Kalau dipikir-pikir loe itu kurang apa coba? Tampang, kurang. Duit, kurang.....”
“Yaelah, malah menghina gue loe. Sialan!!
“Sorry, sorry, Son! Cuma bercanda kok, hehehehe. Mungkin kriteria loe kali yang terlalu banyak.”
Soni menatap Lukman yang berada di sampingnya. “Kriteria ya?”
“Yoi bro. Kriteria loe yang terakhir sangat tidak masuk akal,” jawab Lukman dengan semangat.
“Oooohhh, kriteria yang ‘manusia’ itu? Memang kenapa?” gantian Soni yang bertanya heran.
“Pakai nanya lagi, lihat diri loe siapa? Kita ini bangsa Jin, goblok!!”

Note: jika nama dan jalan ceritanya sama dengan pembaca, itu karena memang saya sengaja samakan. Tidak ada namanya kebetulan, hahaha.
Tag : Cerpen
0 Komentar untuk "Cinta Yang Salah"

Monggo nak selo podo komentar.....

Back To Top