Urip mung mampir ngarit!

Cerita Dari Kota

Ada teman dari kota yang seringkali saya ajak bertukar pikiran mengenai gemerlap kota. Karena kebetulan memang dia kuliah di salah satu kota besar di Jawa Tengah, sebut saja Semarang. Lewat dia saya tahu gimana gambaran kota besar itu. Dari dialah saya juga mengetahui perilaku-perilaku mahasiswa seperti dia. Saya hanyalah calon petani udik yang masih berkutat di desa.

Sawah jadi media nulis para petani. Pacul jadi media mereka mengutarakan isi hatinya, hahaha.
Cerita di bawah ini seratus persen aktual dari langsung dari narasumbernya. Saya ubah jadi sudut pandang orang pertama, yakni aku, biar privasinya tidak terbongkar.

Usia remaja memang masa-masa pubertas. Masa-masa dimana mencari jati diri yang ujung-ujungnya nanti tidak ditemukan ketikan ditanya apakah sudah menemukan jati dirimu?? Tak terkecuali untuk anak-anak kuliahan atau mahasiswa yang merantau ke kota tertentu.

Di sini saya akan mengenjewantahkan hal-hal yang biasanya dijumpai di kalangan mahasiswa. Sebenarnya tidak hanya untuk mahasiswa saja, ini berlaku untuk semua kalangan. Sudah kita lihat di beberapa media televisi yang mengabarkan bahwa anak SD, SMP sampai SMA yang sudah mulai melakukan tindakan asusila. Ujung-ujungnya apa? Wanita yang menjadi korban. Selalu begitu. Dari jaman kakek moyang dulu sampai sekarang, selalu wanita yang menjadi bulan-bulanan. Padahal kalau dipikir, kenapa pihak laki-laki tidak pernah mendapat getah dari apa yang merekan lakukan berdua.

Selama sepengetahuan saya sebagai anak kos yang mencicipi sedikit nikmatnya perkuliahan. Jujur, saya sering bergonta-ganti kos-kosan. Bosan di kos ini, pindah cari kosan lainnya. Begitu seterusnya hingga lahan gandum jadi C*co crunch, hahaha. Selama itu pula saya mengamati perilaku yang dilakukan teman-teman kos ketika mereka If You Know What I Mean dengan pacarnya.

Ada semacam ritual yang sering saya dapati ketika teman sekamar ingin memakai kamar tersebut dengan pacarnya.

1. Jadi rajin membersihkan kamar Kos.
Ini gejala pertama. Biasanya si A yang selalu ogah-ogahan dengan kebersihan kamar kos, ujug-ujug berubah menjadi insan yang mencintai kebersihan kamar. Mulai dari menyapu kamar kos. Membersihkan seprai yang biasanya ditata ketika pas mau tidur saja. Mencentelkan pakaian pada tematnya, yang sebelunya pada berserakan kemana-mana.

Bisa saya jamin, bahwa akan ada seseorang spesial yang akan mengunjungi kamar tersebut. Saya khawatir, mungkin pacarnya adalah audit kebersihan yang akan menilai kebersihan kamar kos.
Kesambet apa ini bocah kok tumben-tumbenya mau bersihin kamar, batin saya ketika menjumpai kamar bersih. Meski dengan perasaan yang nggak enak. Ketika capek sepulang kuliah mau mengistirahatkan badan ini.

Dengan cengengesan teman kamar saya bilang, “Bro kamare tak silehi disik yo. Bocahe arep dolan eg.”

Lha to, mesti enek apa-apane bocah gemblung iki resik-resik kamar.

“Mok pek yo monggo,” jawabku sambil sedikit dongkol. Mau istirahat dengan nyenyaknya harus dicancel.

Yang perlu kalian tahu, biasanya sowan si pacar kalo nggak pagi ya siang, kalo nggak sore ya malem sehabis Magrib atau Isya.

2. Ngabari lewat SMS
Kluntinggggg....
Ada sms masuk. Dengan sedikit malas saya raih HP yang tergeletak di samping. Mata ini sedikit saya pincingkan untuk membaca sms yang masuk.
Mungkin sms dari operator, dugaan saya salah.
Mungkin sms dari orang yangngabari kalo saya dapat sapi dan disuruh transfer, dugaan saya masih meleset.

Sms dari pacar? Si pacar lagi ngambek mana mungkin sms, kalo nggak duluan minta maaf, padahal siapa juga yang salah (malah curcol). Masih salah lagi.

Ndelalah yang sms si Paimin, kalo ngabari pengen boking kamarnya sama pacarnya. Belajar kelompok apa belajar lainnya.

“Bro, kamare tak silehi diluk yo. Kie aku wis perjalanan muleh kos mbi ayang,”

Ayang gundulmu sempal kuwi. Tak kira sms apalah, ternyata sms yang harus menghentikan kegiatanku untuk malas-malasan. Terpaksa harus cabut keluar. Atau paling mentok nonton tv di ruang tamu sambil menunggu dua insan yang entah sedang melakukan apa di kamar.

Kalau mengerjakan tugas kuliah, kok ya aneh. Tidak ada suara perbincangan atau perdebatan tentang materi perkuliahan.
Soalnya terkadang saya juga mendengar suara-suara aneh. Tentu tidak perlu saya jabarkan panjang lebar, hahaha.

3. Permintaan Aneh-aneh.
Selain gejala kedua di atas, mungkin ini juga menjadi tanda kalau kamarmu akan ada sidak dadakan dari Kementrian Perempuan. Keluar permintaan yang aneh-aneh dari teman sekamarmu.

“Bro, iso nukoke aku rokok nek Jeporo? Ojo ding ning Rembang wae.”

Seketika pandanganku kosong, sembari mbatin,

“Utekmu sempal wi, ngopo tuku rokok ndadak tekan Rembang. Tak tapuk uyah raimu kapok. Ngomong wae nak arep nganggo kamar. Huuuu...dupak raimu kapok,”

Yang nyuruh pasti cuma mesam-mesem. Seneng mesti.
Jika kebetulan lagi mujur ya pasti dikasih uang jajan buat berkelana keluar. Tapi kebanyakan selama ini tidak mujur, alias kosongan. Ora metu blas duite.

Huuuu....dasar kere. Padahal yo podo kere ne, hahaha.

4. Tidak Pulang Kampung
Jika akhir pekan teman sekamarmu yang biasanya pulang kampung tetapi absen dalam kegiatan tersebut. Kamu harus husnuzdon terhadap temanmu tersebut. Bisa jadi karna uang jajannya masih lebih jadi tidak pulang ambil jatah. Atau memang ada kegiatan di kampus yang mengharuskan untuk tidak pulang. Jangan pernah memikirkan yang macam-macam dahulu.

“Orak muleh kowe bro?” “Ora bro, bla bla bla bla....” Tumben, batinku.

Dan ketika saya balik ke kosan dari kampung. Kamar kos kok terkunci dari dalam. Saya ketuk-ketuk juga tidak segera dibukakan. Ada apakah gerangan.

Kluntinggg....
 “Sorry bro, ayangku lagi nek jero kamar. Kamare sih tak enggo.”

Gregetan pengen banting HP. Tapi ya sayang, HP satu-satunya.

Sorry dengkulmu mploncot kui. Dan terpaksalah mengungsi di ruang tamu sembari menonton televisi.

Mungkin itu trik-trik yang sering digunakan oleh teman sekamar jika menyambut kedatangan si pacar. Itu hanya saya globalkan saja sepengetahuan dan sepengelaman saya selama ini, hahaha. Lantas apa yang dapat diambil hikmah dari tulisan di atas? Tidak ada. Tidak ada hikmah atau pesan yang ingin saya sampaikan. Saya hanya memberikan informasi yang seringkali hanya diketahui kaum adam saja.

Lha lantas apakah saya pernah juga melakukannya? Jawabnya iya, hahaha. Saya juga manusia biasa yang tidak pernah luput dari dosa kawan. Terus apakah semua mahasiswa begitu semua? Tidak, ada juga kok anak kosan yang tidak begitu tetapi begini, hahaha. Di sini saya ambil contoh saja, bukan berarti semua mahasiswa begitu kelakuannya. Sebagian besar memang iya, tetapi ada sebagian kecil pengecualiannya.

Gimana bro? Sudah sama persis seperti yang kamu ceritakan belum? Ini ceritanya mana ceritamu? Hahahaha. Saya memang tidak bisa sepenuhnya menjabarkan apa yang dikatakan narasumber. Tapi setidaknya ini mewakilinya.
Salam Macul dari deso.......
Tag : Cerita
0 Komentar untuk "Cerita Dari Kota"

Monggo nak selo podo komentar.....

Back To Top